Jika Anda adalah seorang yang berprofesi sebagai Engineering dan bekerja pada bidang pertambangan, konstruksi.
Tentunya Anda akan selalu melibatkan mesin, perangkat dan perlengkapan alat berat dalam melakukannya.
Mesin las dan perangkat lunak pengelasan merupakan salah satu jenis mesin dan peralatan berat yang penggunaannya sangat dibutuhkan. Kebutuhan perangkat pengelasan ini di aplikasikan pada proses pembentukan rangka bangunan apapun agar bangunan tersebut dapat berdiri kokoh.
Selain itu, kebutuhan mesin las pada berbagai aplikasi pekerjaan sangatlah kompleks. Mesin las yang di design sedemikian rupa agar dapat digunakan secara efektif dalam mempraktikkan berbagai mode pengelasan.
Pada pekerjaan las dengan jumlah besar, khususnya yang melibatkan elemen pipa, ada kebutuhan proses otomatisasi. Seperti pengerjaan pada metode sambungan Rol, Flange dan Tee. Namun pada saat ini sebagian besar proses operasional masih dengan cara las manual.
Pada pekerjaan pengelasan, terkadang proses operasional tidak berjalan dengan sempurna. Ada kalanya saat proses pengelasan, terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. Seperti terjadinya kecacatan pada hasil akhir pengelasan.
Diketahui bahwa sejumlah besar hasil yang kecacatan tersebut terbentuk pada saat proses pengelasan (baik di awal atau di akhir). Oleh karena itu, pentingnya prosedur pengelasan bagi para pengelas sangat berpengaruh pada hasil akhir pengelasan. Proses pengelasan yang dilakukan “per sektor” menyebabkan terbentuknya kecacatan, dan sebelum memulainya harus dipersiapkan benda kerja sebelum mengelas setiap sambungan.
Kepatuhan prosedur pada proses pengelasan juga dapat meningkatkan intensitas tenaga kerja dan mengurangi tingkat output. Oleh karena itu, digunakan rotator las, yang hanya memutar benda kerja, dan seseorang mengelas. Sayangnya, otomatisasi pengelasan tidak berkembang lebih jauh di banyak industri. Karena persaingan penggunaan yang sangat kompleks dengan mesin las otomatis.
Namun kemampuan para pengelas otomatis juga sangat terbatas, sehingga mereka juga membutuhkan tukang las untuk menyesuaikan mode operasi selama proses pengelasan.
Mengubah kecepatan gerakan percikan las selama proses pengelasan berfungsi untuk membentuk penyesuaian tingkat pemanasan. Selain itu pengaturan peningkatan penetrasi logam di area sambungan dapat disesuaikan dengan keinginan (misalnya, di tepi sambungan). Sebagai alternatif dari perubahan kecepatan, Anda dapat mengubah arus pengelasan di lintasan pada bagian tertentu.
Hal ini bertujuan untuk menyesuaikan parameter ruangan las. Pada saat ini Pulse Welding dimanfaatkan untuk mengurangi bagian tipis yang terbakar. Namun tetap mempertahankan kedalaman penetrasi yang diperlukan.